Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan wujud campur kode dalam lirik lagu pada album Puting Beliung karya Tenxi. Fenomena campur kode dalam lirik lagu merupakan representasi dari identitas budaya penutur yang dinamis. Penelitian ini menganalisis jenis campur kode, meliputi campur kode ke dalam, campur kode ke luar, dan campur kode campuran yang dikemukakan Suandi, I.N., serta fungsi sosial campur kode berdasarkan kerangka teori sosiolinguistik dikemukakan Chaer dan Agustina. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan teknik simak dan catat terhadap 10 lagu dalam album tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Campur kode intern mendominasi melalui penggunaan bahasa prokem Jakarta dan bahasa serumpun (Melayu) untuk membangun kedekatan emosional; (2) Campur kode ekstern muncul secara masif melalui istilah media sosial dan gaya hidup sebagai simbol modernitas; (3) Campur kode campuran, termasuk wujud baster, ditemukan sebagai hasil adaptasi morfologis bahasa Indonesia terhadap unsur asing. Penelitian ini menyimpulkan bahwa campur kode dalam album Puting Beliung berfungsi sebagai strategi artistik untuk menciptakan rima dan memperkuat identitas musisi dalam genre hip-hop di era digital.
Copyrights © 2026