Permasalahan yang terjadi pada sistem distribusi 20 kV adalah seringnya terjadi gangguan pemadaman pada penyulang tersebut dan lamanya proses pemulihan gangguan yang dapat menyebabkan terganggunya kontinuitas pelayanan saluran tenaga listrik yang berdampak tidak lancarnya acara, seperti acara berskala nasional yaitu Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI. Solusi terhadap permasalahan tersebut adalah perlu dilakukan langkah preventif berupa pemasangan Load Break Switch (LBS) Threeway pada penyulang. Hal ini dilakukan melalui manuver pasokan listrik dari 2 penyulang. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi tingkat keandalan sistem distribusi tenaga listrik dengan fokus pada perhitungan SAIDI-SAIFI dan Energy Not Supplied (ENS). Model ditentukan sebagai Single Line Diagram (SLD) penyulang GY13 Pegasing dan DD01 Asir-Asir wilayah kerja PT PLN (Persero) ULP Takengon, Kabupaten Aceh Tengah dengan pelanggan terbesar arena olahraga Pacuan Kuda dan Bridge. Parameter yang ditentukan: tegangan, jumlah pelanggan, arus penyulang dan rekap gangguan. Metode penelitian dilakukan dengan meninjau data gangguan pada sebelum dan sesudah pemasangan LBS Threeway, perhitungan SAIDI-SAIFI dan perhitungan ENS berupa metode kuantitatif. Hasil menunjukkan bahwa metode kuantitatif mampu digunakan untuk perhitungan SAIDI-SAIFI dan ENS akibat pemasangan LBS Threeway. Hal ini dibuktikan pada Penyulang GY13 Pegasing terjadi penurunan nilai SAIDI sebesar 99,74%, SAIFI sebesar 45,90% dan ENS sebesar 1.995,84 kWh. Sedangkan pada Penyulang DD01 Asir-Asir penurunan SAIDI sebesar 75%, SAIFI sebesar 40% dan ENS sebesar 348,49 kWh. Hal ini menunjukkan bahwa pemasangan LBS Threeway berdampak pada meningkatnya kualitas keandalan sistem distribusi tenaga listrik.
Copyrights © 2025