Posyandu mendukung kesehatan ibu dan anak, namun masih terdapat tantangan dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu dalam mengelola anak kurang gizi. Penelitian ini bertujuan untuk menilai pengaruh kader posyandu dalam pendampingan ibu anak kurang gizi terhadap pengetahuan, sikap, praktik, dan efikasi diri dalam pemberian makanan pendamping. Penelitian ini menggunakan desain quasi-eksperimental dengan pre-post-test control group. Ibu-ibu yang memiliki anak usia 6-24 bulan dibagi menjadi kelompok intervensi dan kontrol (n30 untuk setiap kelompok). Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur. Penelitian ini dilakukan selama 2 bulan di 6 desa, dengan 3 desa intervensi dan 3 desa kontrol di Baggai. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji-t independen, dan uji-t berpasangan. Nilai-p < 0,05 dianggap signifikan secara statistik. Sebagian besar ibu adalah ibu rumah tangga (67%) dan telah menyelesaikan pendidikan SMP atau SMA. Tidak terdapat perbedaan antar kelompok pada awal penelitian pada semua variabel yang diukur. Terdapat peningkatan pengetahuan yang signifikan sebelum dan sesudah intervensi, yaitu 62,0±7,14 menjadi 87,0±5,96 (p<0,001). Variabel sikap juga menunjukkan perubahan yang signifikan, yaitu 63,7±10,3 menjadi 91,6±7,46 (p<0,001). Pada kelompok intervensi, keragaman konsumsi pangan antara sebelum dan sesudah intervensi menunjukkan perbedaan yang signifikan, yaitu 3,90±1,15 menjadi 5,33±1,24 (p<0,040). Tingkat efikasi diri meningkat secara signifikan antara intervensi sebelum dan sesudah pada kelompok intervensi 54,6±14,0 menjadi 88,0±4,06 (p<0,001). Pelaksanaan pendampingan jangka pendek oleh kader posyandu menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam hal pengetahuan, sikap, praktik, dan efikasi diri dikalangan ibu-ibu yang memiliki anak kurang gizi. Kata kunci: pendampingan kader posyandu, pengetahuan, sikap, praktik MP-ASI, efikasi diri.
Copyrights © 2026