Penelitian ini menganalisis Mazmur 72:1-2, 7-8, 12-13, 17 sebagai teks liturgis dan teologis yang merepresentasikan visi tentang raja ideal sebagai mediator utama kesetiaan Allah bagi umat-Nya. Dengan menggunakan metode hermeneutik dalam subgenre sastra hikmat dan didukung oleh studi pustaka dan analisis isi, penelitian ini mengidentifikasi bentuk paralelisme, struktur pengembangan mazmur, penggunaan metafora, serta menguraikan makna teologis yang terkandung dalam teks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Mazmur 72 membangun gambaran progresif tentang pemimpin yang adil, pembela kaum tertindas, dan pembawa damai yang universal. Secara teologis, Mazmur ini berdialog dengan Yesaya 11:1-10 dan Matius 3:1-12, yang secara bersama-sama menghadirkan harapan mesianik mengenai pemerintahan yang penuh belas kasih dan keadilan. Penelitian ini menegaskan bahwa kesetiaan Allah kerap dimediasi melalui beragam agen, seperti raja dan institusi sosial, dan mendorong pembacanya untuk melihat karya Allah yang hadir secara nyata dalam sejarah dan kehidupan sosial.
Copyrights © 2026