Indonesia merupakan negara dengan cadangan bijih nikel laterit yang melimpah, khususnya di wilayah Maluku Utara. Namun, kadar nikel dalam bijih tersebut umumnya masih rendah sehingga memerlukan proses peningkatan kadar sebelum dimanfaatkan dalam industri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi semicoke sebagai reduktor terhadap peningkatan kadar nikel dalam proses reduksi bijih nikel ore laterit. Proses reduksi dilakukan menggunakan rotary kiln pada suhu 800°C selama 60 menit dengan lima variasi persen reduktor semicoke, yaitu 4%, 4.5%, 5%, 5.5%, dan 6%. Hasil pengujian menggunakan X-Ray Fluorescence (XRF) menunjukkan bahwa kadar nikel tertinggi diperoleh pada variasi penambahan semicoke sebesar 6%. Dimana, kadar nikelnya meningkat dari 1,71% menjadi 1,82% dengan persentase peningkatan kadar nikel sebesar 6,43%. Efektivitas semicoke sebagai reduktor didukung oleh karakteristik fisik dan kimia yang unggul, seperti kandungan karbon tetap tinggi (>75%), porositas baik, kadar abu dan sulfur rendah, serta kestabilan termal yang tinggi. Selain smemberikan hasil yang lebih efisien, penggunaan semicoke juga dianggap lebih ramah lingkungan dan ekonomis dibandingkan reduktor konvensional seperti batubara. Penelitian ini menunjukkan bahwa semicoke dapat menjadi reduktor alternatif dalam proses pirometalurgi nikel laterit.
Copyrights © 2025