Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara gaya pengasuhan (demokratis, otoriter, dan permisif) dan tingkat tantrum pada anak prasekolah di Taman Kanak-Kanak Pertiwi 1 Demangan, Kabupaten Nganjuk. Desain penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode cross-sectional. Data dikumpulkan dari 36 anak dan orang tua mereka menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan uji korelasi rank Spearman. Hasil menunjukkan bahwa gaya pengasuhan demokratis diterapkan oleh 17 responden (47,22%), sementara gaya pengasuhan otoriter diterapkan oleh 9 responden (25,0%) dan gaya pengasuhan permisif diterapkan oleh 10 responden (27,78%). Sebanyak 13 anak (36,1%) menunjukkan tantrum sedang, 13 anak (36,1%) menunjukkan tantrum tinggi, dan 10 anak (27,78%) menunjukkan tantrum rendah. Uji statistik menghasilkan nilai p sebesar 0,001 < α (0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa H1 diterima dan H0 ditolak. Koefisien korelasi sebesar 0,564 menunjukkan tingkat kekuatan sedang antara variabel. Kesimpulannya, pola asuh demokratis cenderung mengurangi tingkat tantrum, sementara pola asuh permisif dan otoriter cenderung meningkatkan risiko tantrum. Penting bagi orang tua untuk memahami gaya pola asuh yang tepat guna meminimalkan tantrum pada anak-anak.
Copyrights © 2026