Penelitian ini bertujuan mengkaji penerapan teknologi silase sebagai strategi penguatan ketahanan pakan dalam mendukung keberlanjutan usaha peternakan domba di Desa Betet. Permasalahan utama yang dihadapi peternak adalah ketergantungan pada hijauan segar yang rentan terhadap fluktuasi musim, khususnya pada periode kemarau yang berdampak pada penurunan produktivitas ternak. Pendekatan yang digunakan bersifat partisipatif dengan metode deskriptif, melalui tahapan identifikasi potensi dan permasalahan, penyuluhan manajemen pakan, pelatihan teknis pembuatan silase berbasis bahan lokal, serta pendampingan implementasi di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan teknologi silase mampu meningkatkan pemahaman dan keterampilan peternak dalam pengelolaan pakan secara mandiri dan berkelanjutan. Selain itu, adopsi silase sebagai pakan alternatif memberikan kontribusi terhadap ketersediaan pakan yang lebih stabil, sehingga mendukung kontinuitas produksi dan ketahanan usaha peternakan. Secara lebih luas, teknologi ini tidak hanya berfungsi sebagai solusi teknis, tetapi juga sebagai upaya pemberdayaan yang memperkuat kapasitas adaptif peternak dalam menghadapi perubahan iklim dan keterbatasan sumber daya. Dengan demikian, penerapan teknologi silase memiliki potensi strategis dalam mewujudkan sistem peternakan domba yang tangguh, efisien, dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026