Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran growth mindset dalam meningkatkan resiliensi akademik siswa. Growth mindset adalah keyakinan bahwa kemampuan intelektual bersifat plastis dan dapat dikembangkan melalui usaha serta strategi yang tepat, sementara resiliensi akademik adalah kemampuan individu untuk bertahan dan bangkit dari tekanan serta kesulitan belajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi terhadap subjek yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa growth mindset berperan sebagai determinan utama dalam membentuk resiliensi akademik melalui tiga mekanisme: transformasi persepsi terhadap kegagalan sebagai proses belajar, peningkatan ketekunan (persistence) dalam menghadapi tantangan, serta penguatan kemampuan regulasi diri dan pencarian bantuan (self-help). Siswa dengan pola pikir tumbuh cenderung memiliki efikasi diri yang tinggi dan fleksibilitas kognitif untuk mencari solusi di bawah tekanan. Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya pendidik menciptakan lingkungan belajar yang "aman untuk gagal" dan mengintegrasikan prinsip growth mindset dalam budaya sekolah untuk membangun karakter siswa yang tangguh
Copyrights © 2026