Artikel ini bertujuan mengkonstruksi diskursus war tiket haji dalam pemberitaan media online di Indonesia dengan menggunakan perspektif Gunther Kress. Penelitian ini fokus pada representasi aktor, strategi framing serta produksi makna dan relasi kekuasaan dalam teks berita. Penelitian ini menggunakan kualitatif interpretatif melalui analisis wacana kritis. Sumberr data dari penelitian ini berupa teks berita dari Tempo.co edisi 11 April, Mediaindonesia.com edisi 14 Apri dan Republika.co.id edisi 16 April 2026. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi sedangkan analisis dilakukan melalui tahap deskripsi, interpretasi, dan eksplanasi. Hasil temuan dalam penlitian ini ada tiga. Pertama, representasi aktor dalam teks media bersifat selektif dan hierarkis yang mana Tempo.co menonjolkan aktor legislatif sebagai penjaga legalitas, Mediaindonesia.com menghadirkan distribusi aktor yang lebih seimbang antara pemerintah dan asosiasi. Sedangkan Republika.co.id menempatkan otoritas keagamaan sebagai sumber legitimasi moral. Kedua, strategi framing dan pilihan bahasa menunjukkan pola berbeda, yakni intensifikasi konflik pada Tempo.co, framing moderat dan rasional pada Mediaindonesia.com serta framing normatif berbasis nilai pada Republika.co.id. Ketiga, produksi makna dalam diskursus mencerminkan kontestasi relasi kekuasaan antara otoritas legal, administratif dan simbolik yang saling bernegosiasi dalam ruang publik.
Copyrights © 2026