Rice Milling Unit (RMU) merupakan mesin utama yang digunakan dalam proses penggilingan gabah. Kinerja RMU dipengaruhi oleh konfigurasi mesin, kualitas bahan baku dan teknik operasional yang diterapkan. Rata-rata efiesiensi kinerja RMU di Indonesia, masih cenderung rendah (<60%), hal ini juga mempengaruhi mutu beras yang dihasilkan. Peningkatan upaya kinerja RMU dapat dilakukan dengan pengaturan konfigurasi mesin RMU. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja RMU di Gapoktan Sukabungah, Lebak Banten, serta melakukan optimasi dari konfigurasi yang digunakan (double husker-separator-polisher-grader). Metode yang digunakan meliputi pengujian mesin, pengukuran kualitas mutu bahan dan mutu beras yang dihasilkan. Varietas yang digunakan dalam pengujian ini adalah Inpari 32. Berdasarkan identifikasi dan evaluasi yang dilakukan, optimasi RMU diterapkan pada masing-masing komponen mesin, seperti penyesuaian jarak rubber roll pada husker, pergantian saringan penyosoh dan pengurangan tekanan pegas tutup outlet pada polisher, serta penyetelan kemiringan dan getaran grader. Hasil optimasi menunjukkan peningkatan kapasitas pengumpanan dan kapasitas pengeluaran, serta peningkatan rendemen gabah kering giling menjadi beras dari 67,90% menjadi 69,03%. Mutu beras (butir kepala, benda asing, butir merah, butir kapur, butir gabah dan kadar air) yang dihasilkan sebagian besar sudah memenuhi standar SNI 6128:2020 dengan kriteria mutu Medium I.
Copyrights © 2026