Di era digital, mahasiswa menjadi pengguna aktif teknologi untuk hiburan, salah satunya melalui aplikasi streaming musik. JOOX sempat populer karena menawarkan berbagai fitur seperti koleksi lagu yang beragam, karaoke, dan tampilan yang mudah digunakan. Namun, seiring meningkatnya persaingan dengan platform seperti Spotify dan YouTube Music, popularitas JOOX mulai menurun di kalangan mahasiswa. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti kualitas layanan elektronik (e-service quality) yang dinilai kurang optimal, penurunan citra merek, serta pengaruh ulasan atau electronic word of mouth (e-WOM) dari pengguna lain. Kondisi tersebut membuat sebagian mahasiswa beralih ke aplikasi lain yang dianggap lebih inovatif, relevan, dan mampu memenuhi kebutuhan hiburan mereka dengan lebih baik. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Fakultas Psikologi. Penentuan sampel dilakukan menggunakan teknik Slovin dengan tingkat toleransi kesalahan yang telah ditetapkan. Berdasarkan perhitungan tersebut, jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebanyak 89 responden yang mewakili populasi penelitian. Kesimpulan yang dapat ditarik dari hasil penelitian ini adalah bahwa E-Service Quality, Citra Merek, dan E-Word of Mouth masing-masing berpengaruh terhadap keputusan mahasiswa dalam menggunakan aplikasi JOOX. Selain itu, secara simultan ketiga variabel tersebut juga berpengaruh terhadap keputusan mahasiswa menggunakan aplikasi JOOX, sehingga dapat disimpulkan bahwa faktor kualitas layanan elektronik, citra merek, dan komunikasi dari pengguna lain memiliki peran penting dalam menentukan keputusan penggunaan aplikasi tersebut.
Copyrights © 2026