Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis konsep-konsep matematika yang terintegrasi dalam struktur visual dan konstruksi geometris anyaman lapik melalui pendekatan etnomatematika. Kajian dilakukan secara kualitatif-deskriptif dengan analisis visual terhadap pola, struktur dasar, dan sistem penyusunan motif. Hasil eksplorasi menunjukkan bahwa anyaman lapik merepresentasikan berbagai konsep geometri bidang datar, meliputi segitiga, persegi, belah ketupat, dan segi empat yang tersusun secara sistematis dalam pola berulang. Struktur anyaman memperlihatkan prinsip tesselasi persegi reguler yang menutup bidang tanpa celah maupun tumpang tindih, serta mengandung sistem kisi yang secara konseptual menyerupai koordinat Kartesius melalui perpotongan garis horizontal dan vertikal yang membentuk sudut siku-siku konsisten. Selain itu, analisis terhadap motif pusat dan elemen pinggiran menunjukkan penerapan transformasi geometri berupa refleksi dengan empat sumbu simetri, rotasi orde empat (90°, 180°, 270°), serta translasi periodik pada pola border. Keberadaan transformasi-transformasi tersebut menunjukkan adanya keteraturan spasial, keseimbangan visual, dan kontrol proporsional dalam proses penganyaman. Temuan ini menegaskan bahwa praktik budaya dalam pembuatan anyaman lapik mengandung struktur matematis yang sistematis dan dapat direkonstruksi sebagai representasi konkret konsep geometri formal. Dengan demikian, anyaman lapik berpotensi menjadi sumber kontekstual dalam pembelajaran matematika yang mengintegrasikan budaya lokal dan pemahaman konseptual geometri secara bermakna.
Copyrights © 2026