Banjir adalah bencana alam yang sering terjadi di Indonesia dan berdampak pada aspek sosial, ekonomi, dan kesehatan masyarakat. Kesiapsiagaan masyarakat penting untuk mengurangi dampaknya dan dipengaruhi oleh pendidikan serta pengetahuan. Penelitian ini menganalisis hubungan antara tingkat pendidikan dan pengetahuan dengan kesiapsiagaan masyarakat di Kelurahan Jebres, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta. Metode yang digunakan adalah desain kuantitatif observasional analitik dengan cross-sectional pada 414 responden yang dipilih secara random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji chi-square pada signifikansi α = 0,05. Hasil menunjukkan tidak ada hubungan signifikan antara pendidikan (nilai p = 0,883) maupun pengetahuan (nilai p = 0,251) dengan kesiapsiagaan. Temuan ini menegaskan kesiapsiagaan juga dipengaruhi pengalaman sebelumnya dan akses ke sistem peringatan dini, sehingga diperlukan penguatan melalui latihan simulasi bencana dan pemanfaatan sistem peringatan dini berbasis komunitas.
Copyrights © 2026