Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesulitan peserta didik dalam menyelesaikan soal fisika pada materi usaha dan energi di kelas X SMA Negeri 1 Percut Sei Tuan. Pendekatan yang digunakan adalah metode campuran dengan desain sequential explanatory, yang diawali dengan pengumpulan data kuantitatif melalui tes kemampuan kognitif dan dilanjutkan dengan pengumpulan data kualitatif melalui wawancara. Instrumen tes dikembangkan menggunakan model ADDIE dan terdiri dari 24 soal uraian yang dirancang berdasarkan empat dimensi kesulitan belajar menurut Halliday, yaitu: konseptual, matematika, pemahaman, dan aplikatif. Hasil validasi ahli menunjukkan bahwa instrumen sangat layak digunakan (≥92%) dan terbukti valid serta reliabel secara empiris (koefisien reliabilitas = 0,973). Hasil analisis data menunjukkan bahwa sebagian besar peserta didik berada pada kategori kemampuan kognitif rendah, dengan kesulitan paling dominan pada dimensi aplikatif dan konseptual. Penelitian ini merekomendasikan penggunaan instrumen tersebut sebagai alat diagnosis kesulitan belajar yang efektif, serta sebagai dasar untuk merancang strategi pembelajaran yang lebih tepat guna dalam mendukung pencapaian kompetensi fisika sesuai dengan Kurikulum Merdeka.
Copyrights © 2026