Prevalensi Diabetes melitus (DM) Tipe 2 meningkat pada level global termasuk di Indonesia. Pengendalian kadar glukosa darah penting dilaksanakan untuk mencegah komplikasi penyakit kronis ini. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengevaluasi dampak penggunaan kalender fungsional terhadap kadar glukosa darah puasa pada pasien DM Tipe 2 di Puskesmas Godean 2 Sleman. Desain kuantitatif quasi-eksperimental dengan pre-test dan post-test serta kelompok kontrol digunakan. Populasi adalah seluruh pasien DM Tipe 2 yang kemudian didapatkan 88 sampel yang dipilih menggunakan purposive sampling. Kriteria inklusi meliputi pasien DM Tipe 2 yang rutin kontrol, kooperatif, dan bersedia menjadi responden. Instrumen penelitian berupa lembar observasi dan alat ukur glukosa darah (glukometer). Analisis menggunakan uji Wilcoxon untuk membandingkan kadar glukosa darah puasa sebelum-sesudah dalam kelompok, serta Mann-Whitney untuk membandingkan antar kelompok perlakuan dan kontrol. Hasil menunjukkan penurunan kadar glukosa darah yang signifikan pada kelompok intervensi (170.81 mg/dL menjadi 138.02 mg/dL; p-value = 0.001), sedangkan pada kelompok kontrol tidak ditemukan penurunan yang signifikan (p-value = 0.757). Kalender fungsional efektif meningkatkan kepatuhan dan menurunkan kadar glukosa darah. Disarankan penelitian selanjutnya menggunakan sampel lebih besar, durasi intervensi lebih panjang, serta mengombinasikan intervensi edukatif lain untuk hasil yang lebih optimal
Copyrights © 2026