Al-Qolamuna : Journal Komunikasi dan Penyiaran Islam
Vol. 3 No. 2 (2026): Komunikasi dan Penyiaran Islam

Pemanfaatan Media Online Dalam Membangun Komunikasi Politik Di Nusa Tenggara Barat

Supriadi (Unknown)
Supardi (Unknown)



Article Info

Publish Date
20 Apr 2026

Abstract

In the digital era, media has become a trusted medium for broadcasting, but it often deviates from the regulations established by the Indonesian Broadcasting Commission (KPI). However, both electronic and print media are frequently used by elites as campaign tools during presidential and general elections. These elites use the media to attract supporters or public support. They also use the media as political material, used by elites who provide cartels or opportunistically to secure seats in presidential or general elections. The development of information technology has driven transformations in various aspects of life, including the realm of political communication. Online media has now become a primary instrument for conveying political messages, both by political actors, parties, and the general public. This study aims to analyze how online media is utilized as a political communication tool, as well as its impact on public participation and opinion formation. The method used in this research is a qualitative study with a descriptive- analytical approach through a literature review and case studies on several social media platforms. The results show that online media enables two-way interaction between political actors and the public, accelerates the dissemination of information, and opens up broader spaces for participation. However, the use of online media also presents challenges, such as disinformation and opinion polarization. Therefore, digital literacy and strong political communication ethics are needed so that online media can be utilized positively in modern democracy. Abstrak Diera digital media menjadi salah satu penyiran yang cukup dipercaya oleh masyarakat, akan tetapi media sering juga keluar dari koridor atau aturan-aturan yang telah di tetapkan olek Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). Namun media elektronik maupun cetak sering sekali di gunakan oleh para elit sebagi alat kampanye pada momen pilpres atau pilek. Para elit menggunakan media sebagai alat untuk menarik simpatisan atau sura masyarakat, media juga tidak mau terlepas sebagi bahan politik yang digunakan oleh orang-orang elit yang memberi kartel atau oportunistik pada saat mendapatkan korsi di pilpers atau pilek. Perkembangan teknologi informasi telah mendorong transformasi dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam ranah komunikasi politik. Media online kini menjadi salah satu instrumen utama dalam menyampaikan pesan-pesan politik, baik oleh aktor politik, partai, maupun masyarakat umum. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana media online dimanfaatkan sebagai alat komunikasi politik, serta dampaknya terhadap partisipasi publik dan pembentukan opini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis melalui telaah literatur dan studi kasus pada beberapa platform media sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media online memungkinkan interaksi dua arah antara pelaku politik dan masyarakat, mempercepat penyebaran informasi, serta membuka ruang partisipasi yang lebih luas. Namun, pemanfaatan media online juga menghadirkan tantangan, seperti disinformasi dan polarisasi opini. Oleh karena itu, diperlukan literasi digital dan etika komunikasi politik yang kuat agar media online dapat dimanfaatkan secara positif dalam demokrasi modern.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

AQJKPI

Publisher

Subject

Religion Social Sciences

Description

This journal aims to disseminate research results from academics, researchers, and practitioners in the field of Islamic Studies, both in theory and practice. Specifically, this journal invites papers discussing topics such as Islamic Education, Islamic thought, learning in Islamic education, ...