Penelitian ini melakukan meta-analisis kuantitatif untuk mensintesis bukti empiris mengenai hubungan antara dimensi budaya nasional (kerangka Hofstede) dan kewirausahaan pada berbagai konteks. Novelty penelitian ini terletak pada pengujian pengaruh tahap kewirausahaan (niat vs aktivitas aktual) dan konteks pembangunan ekonomi sebagai moderator utama, serta pemeriksaan robustness untuk menilai stabilitas estimasi efek. Berdasarkan kerangka budaya Hofstede dan integrasi data dari 68 studi berbasis jurnal bereview (142 ukuran efek; N≈215.000), analisis menunjukkan bahwa individualisme memberikan pengaruh positif terkuat terhadap kewirausahaan (r = 0,24, p < 0,001), sedangkan uncertainty avoidance (r = –0,18) dan power distance (r = –0,21) menunjukkan hubungan negatif yang signifikan (p < 0,001). Analisis moderator mengungkap bahwa pengaruh budaya lebih kuat pada negara maju dan pada tingkat niat berwirausaha dibandingkan aktivitas kewirausahaan aktual. Uji robustness menunjukkan bias publikasi minimal (Egger’s p = 0,18; fail-safe N > 4.500). Temuan ini mengonsolidasikan literatur yang terfragmentasi, menjelaskan inkonsistensi hasil penelitian terdahulu, serta menegaskan sifat kontekstual pengaruh budaya terhadap outcome kewirausahaan. Implikasi praktisnya relevan bagi perancang kebijakan, pendidik, dan wirausaha internasional untuk menyesuaikan strategi pengembangan kewirausahaan dengan profil budaya nasional. Kata kunci—dimensi budaya, kewirausahaan, meta-analisis, kewirausahaan lintas budaya, budaya nasional
Copyrights © 2026