Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran penting dalam perekonomian Indonesia, namun masih menghadapi tantangan dalam meningkatkan kepercayaan konsumen, khususnya terkait jaminan kehalalan produk. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pendampingan sertifikasi halal dalam meningkatkan kapasitas dan daya saing UMKM pada produk Bay Tat Ingaziza di Kota Bengkulu. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif dan edukatif melalui tahapan sosialisasi, identifikasi persyaratan, pendampingan teknis, hingga evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pendampingan mampu meningkatkan pemahaman pelaku usaha terhadap regulasi dan prosedur sertifikasi halal, serta mendorong kemandirian dalam penggunaan sistem SiHalal, penyusunan dokumen Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH), dan proses pengajuan sertifikasi. Selain itu, terjadi perubahan strategis pada usaha, seperti pembaruan kemasan, pencantuman label halal, dan penguatan identitas merek yang berdampak pada peningkatan kepercayaan dan kepuasan konsumen. Dengan demikian, pendampingan sertifikasi halal terbukti menjadi strategi efektif dalam meningkatkan daya saing, memperluas akses pasar, dan mendukung keberlanjutan usaha UMKM. Oleh karena itu, program pendampingan serupa perlu terus dikembangkan sebagai upaya pemberdayaan UMKM di era persaingan pasar yang semakin kompetitif.
Copyrights © 2026