Generasi Z (Gen Z) merupakan kelompok yang lahir dan tumbuh di tengah perkembangan teknologi digital. Meskipun terbiasa menggunakan perangkat teknologi, sebagian besar Gen Z belum memiliki literasi digital yang memadai dalam aspek teknis dan kreatif, sehingga diperlukan edukasi keterampilan digital yang terstruktur. Survei awal di SMA Negeri 1 Kecamatan Situjuah Limo Nagari Payakumbuh, Sumatera Barat mengungkapkan bahwa siswa dominan memanfaatkan internet hanya untuk hiburan dan belum memiliki pemahaman memadai tentang keamanan data, pemasaran digital, dan etika siber. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan terhadap 50 siswa pada 22-23 April 2025. Metode yang digunakan adalah Service Learning (SL) yang menggabungkan pembelajaran dengan praktik langsung berbasis Experiential Learning. Materi mencakup dasar-dasar teknologi, keamanan data, pemasaran digital, pembuatan konten kreatif, serta etika penggunaan media sosial. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dari rata-rata nilai pre-test 58,4 menjadi 81,6 pada post-test (peningkatan 39,7%), dengan 80% peserta lulus post-test dan menyatakan memperoleh manfaat signifikan dari kegiatan ini. Kegiatan ini berhasil meningkatkan pemahaman, kemampuan, dan kesadaran etika digital siswa secara nyata.
Copyrights © 2026