Upacara Tabuik adalah tradisi budaya masyarakat pesisir Kota Pariaman yang dilaksanakan setiap 1–10 Muharram. Festival budaya Hoyak Tabuik mencakup berbagai prosesi, seperti pembuatan tabuik, pengambilan tanah, pengambilan batang pisang, maatam, mangarak jari-jari, mangarak sorban, tabuik naik pangkek, mahoyak tabuik, dan pembuangan tabuik ke laut. Namun, terdapat kekhawatiran bahwa generasi muda mulai mengabaikan nilai-nilai Pancasila yang terkandung dalam tradisi ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Validitas data diuji dengan triangulasi sumber, teknik, dan informan yang terdiri dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Pariaman, Urang Tuo Tabuik, Ketua Pelaksana, Niniak Mamak, Anak Nagari, dan wisatawan. Analisis data meliputi tahap pengumpulan, reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi nilai-nilai Pancasila dalam pelaksanaan festival berlangsung sangat baik, di mana setiap prosesi mencerminkan nilai Pancasila tanpa bertentangan dengan prinsip agama. Tantangan utama yang dihadapi meliputi kendala anggaran dan stigma negatif yang mengaitkan tradisi tabuik dengan paham Syiah. Penelitian merekomendasikan penguatan dukungan pemerintah dan sosialisasi nilai budaya agar festival tetap lestari sekaligus menjadi sarana pendidikan nilai-nilai Pancasila bagi generasi muda.
Copyrights © 2026