Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bagaimana sosok wanita tangguh direpresentasikan dalam film Kartini (2017) karya Hanung Bramantyo, dengan menggunakan pendekatan semiofeminisme. Pendekatan ini merupakan perpaduan antara teori semiotika dan feminisme yang digunakan untuk menganalisis tanda-tanda visual dan naratif yang menggambarkan perempuan dalam konteks ketidaksetaraan gender. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data berupa dokumentasi, observasi, serta studi pustaka. Analisis data memanfaatkan teori semiotika dari John Fiske yang mencakup tiga level kode: realitas, representasi, dan ideologi. Hasil temuan menunjukkan bahwa film ini menggambarkan karakter perempuan yang berpikiran tajam, berani menyuarakan pendapat, dan gigih dalam memperjuangkan kesetaraan, terutama dalam hal pendidikan dan kebebasan dari nilai-nilai patriarki. Unsur-unsur seperti busana tradisional, ruang yang membatasi gerak, pencahayaan, ekspresi wajah, hingga dialog tokoh, menjadi elemen simbolik yang memperkuat makna perjuangan perempuan. Film Kartini tidak hanya menampilkan tokoh sejarah, tetapi juga mengangkatnya sebagai lambang perlawanan terhadap ketidakadilan sosial dan ketimpangan gender. Melalui pendekatan semiofeminisme, film ini menyampaikan pesan ideologis tentang pentingnya emansipasi dan pemberdayaan perempuan. Penelitian ini diharapkan memberikan sumbangan bagi pengembangan kajian sastra, budaya, serta memperdalam pemahaman tentang peran media dalam membentuk konstruksi sosial dan kesadaran gender.
Copyrights © 2026