Thaharah merupakan syarat sah ibadah yang sangat penting dikenalkan sejak dini, namun pada kenyataannya masih banyak anak usia 5-12 tahun di Desa Kedungrejo yang belum memahami praktik bersuci secara tepat. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan edukasi mengenai pentingnya thaharah sebagai persiapan ibadah serta menumbuhkan kesadaran menjaga kebersihan dan kesucian diri pada anak. Metode yang digunakan adalah pendekatan Asset Based Community Development (ABCD) yang mencakup tahapan observasi, koordinasi, hingga pelaksanaan edukasi interaktif melalui penyampaian materi dan praktik langsung tata cara wudu serta tayamum. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman anak-anak mengenai konsep thaharah dan kemampuan mempraktikkan tata cara bersuci dengan benar dalam kehidupan sehari-hari. Edukasi ini terbukti efektif dalam membentuk karakter disiplin serta menanamkan nilai-nilai keislaman dan kesadaran beribadah sejak dini di lingkungan masyarakat.
Copyrights © 2026