Penelitian ini bertujuan mengkaji nilai-nilai budaya Naketi Uab Atoin Meto dan relevansinya bagi pengembangan spiritualitas kemanusiaan dalam Pendidikan Agama Kristen di tengah arus dehumanisasi global. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif dengan analisis isi dan studi pustaka, penelitian ini menafsirkan nilai rekonsiliatif Naketi seperti pengakuan kesalahan, pemaafan, dan pemulihan relasi, serta menghubungkannya dengan prinsip-prinsip teologis dalam PAK. Hasil menunjukkan bahwa praktik Naketi menawarkan kerangka relasional yang memperkuat pembentukan karakter, etika kasih, dan kesadaran kolektif peserta didik. Integrasi nilai budaya lokal ini menjadi pendekatan pedagogis alternatif dalam merespons dehumanisasi yang ditandai oleh individualisme, fragmentasi relasi, dan hilangnya empati. Penelitian ini merumuskan model spiritualitas kemanusiaan berbasis Naketi yang dapat diterapkan dalam pembelajaran dialogis, reflektif, dan kontekstual. Model tersebut berkontribusi pada pengembangan teologi kontekstual serta memperkuat peran PAK dalam memulihkan relasi manusia dengan Tuhan, sesama, dan budaya lokal.
Copyrights © 2026