Teknologi perlindungan individu telah berevolusi dari penggunaan material logam berat menjadi komposit serat berperforma tinggi yang lebih ringan. Meskipun Kevlar, Ultra-High-Molecular-Weight Polyethylene (UHMWPE), dan komposit hibrida (SiC/Ti6Al4V) telah banyak dipelajari, perbandingan komprehensif dalam satu kerangka kerja yang terpadu masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja balistik dari material-material tersebut menggunakan metode studi kepustakaan melalui sintesis kritis data ilmiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa UHMWPE memberikan efisiensi massa yang unggul dengan densitas areal 126,8 g/m² dibandingkan Kevlar 49 yang sebesar 225,8 g/m². Namun, untuk menghadapi ancaman tingkat tinggi seperti proyektil penusuk lapis baja kaliber 12,7 mm, arsitektur hibrida tiga lapis (SiC/Ti6Al4V/UHMWPE) terbukti paling efektif. Sistem ini bekerja secara sinergis: lapisan SiC menghancurkan proyektil, lapisan perantara Ti6Al4V memberikan pengekangan dan distribusi beban, sementara pendukung UHMWPE mendisipasikan sisa energi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa perlindungan optimal dicapai melalui desain hibrida multi-lapis. Studi ini berkontribusi sebagai referensi ilmiah dalam upaya mengoptimalkan teknologi zirah masa depan melalui keseimbangan antara efisiensi balistik dan integritas struktural.
Copyrights © 2026