Perkembangan teknologi material komposit dalam sistem perlindungan balistik modern mendorong penggunaan material ringan berkekuatan tinggi untuk meningkatkan efektivitas perlindungan individu terhadap ancaman proyektil berkecepatan tinggi. Helm anti peluru merupakan salah satu komponen utama dalam sistem perlindungan individu yang berfungsi melindungi bagian kepala dari ancaman fragmentasi dan penetrasi balistik sehingga pemilihan material struktur helm menjadi faktor penting dalam menentukan tingkat keamanan pengguna. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik material komposit yang digunakan pada helm anti peluru modern serta mengevaluasi pengaruh konfigurasi struktur komposit multilayer terhadap peningkatan performa perlindungan balistik berdasarkan parameter back-face deformation (BFD) sebagai indikator utama tingkat keamanan pengguna. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur komparatif terhadap berbagai penelitian ilmiah terkait material aramid, ultra-high-molecular-weight polyethylene (UHMWPE), dan material komposit hibrida yang digunakan dalam sistem perlindungan balistik modern. Hasil analisis menunjukkan bahwa penggunaan struktur komposit multilayer berbasis serat aramid dan UHMWPE mampu meningkatkan kemampuan disipasi energi impak secara signifikan serta menurunkan nilai deformasi balik dibandingkan material konvensional berbasis logam. Selain itu, penggunaan liner internal berbasis busa gradien densitas juga berkontribusi dalam meningkatkan performa perlindungan balistik secara keseluruhan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kombinasi material komposit multilayer dan desain liner internal yang optimal mampu meningkatkan efektivitas sistem perlindungan helm anti peluru modern dengan massa struktur yang lebih ringan serta tingkat keamanan pengguna yang lebih tinggi. Kata Kunci: aramid fiber, deformasi balik, helm balistik, material komposit, UHMWPE
Copyrights © 2026