Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh risiko kredit, risiko likuiditas, kecukupan modal, dan financial technology (fintech) terhadap kinerja keuangan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2016–2023. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi data panel dan model Fixed Effect Model (FEM). Sampel penelitian terdiri dari 30 bank dengan total 240 observasi yang dipilih melalui purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa risiko kredit dan risiko likuiditas berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja keuangan yang diproksikan dengan Return on Assets (ROA). Sementara itu, kecukupan modal dan fintech tidak berpengaruh signifikan terhadap ROA. Variabel kontrol menunjukkan bahwa usia perusahaan dan tingkat suku bunga berpengaruh negatif signifikan, sedangkan ukuran bank tidak berpengaruh signifikan. Temuan ini mengindikasikan bahwa efektivitas manajemen risiko dan fungsi intermediasi menjadi faktor utama dalam meningkatkan profitabilitas perbankan, sementara pemanfaatan teknologi digital masih memerlukan waktu untuk memberikan dampak optimal terhadap kinerja keuangan. Kata Kunci: Risiko kredit, risiko likuiditas, kecukupan modal, financial technology, kinerja keuangan, ROA, perbankan indonesia
Copyrights © 2026