Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tanda semiotika dalam pantun Palang Pintu di daerah Tambun Selatan, Bekasi. Pendekatan yang digunakan adalah semiotika, menggunakan teori tanda Peirce trikotomi kedua (ikon, indeks, dan simbol). Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, rekam katat, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini adalah salah satu warga Bekasi yang masih menjadi pelaku adat-adat Betawi. Hasil penelitian menunjukkan terdapat ikon, indeks, dan simbol dalam pantun Palang Pintu . Ikon pantun terdiri dari kata “perawan”, “baju kepalang basah” dan “nasi jadi bubur”. Indeks mengemukakan sebab akibat tujuan dari persyaratan yang diberikan. Simbol melambangkan kesungguhan pengantin pria dan tantangan dari pihak pengantin wanita. Manfaat penelitian ini adalah untuk mengetahui tanda-tanda yang terdapat dalam pantun Palang Pintu pada tradisi masyarakat Betawi.
Copyrights © 2026