Tujuan – Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis iklim keselamatan kerja (safety climate) pada proyek konstruksi kapal sebagai upaya evaluasi penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di lingkungan industri konstruksi berisiko tinggi. Desain/metodologi/pendekatan – Desain penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei, di mana data primer dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner Nordic Occupational Safety Climate Questionnaire (NOSACQ-50) kepada 111 pekerja konstruksi. Data dianalisis menggunakan perangkat lunak SPSS melalui uji validitas, uji reliabilitas, statistik deskriptif, serta visualisasi spider web untuk menggambarkan tujuh dimensi iklim keselamatan kerja. Temuan – Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata iklim keselamatan kerja berada pada skor 2,73 yang termasuk dalam kategori baik. Dimensi pembelajaran, komunikasi, dan kepercayaan memperoleh nilai tertinggi (3,36) dan masuk kategori sangat baik, sedangkan dimensi prioritas keselamatan kerja dan tidak ditoleransinya risiko bahaya memperoleh nilai terendah (1,92) dan masuk kategori tidak baik. Temuan ini mengindikasikan bahwa meskipun sistem keselamatan telah berjalan cukup baik, masih terdapat toleransi terhadap perilaku berisiko di lingkungan kerja yang perlu mendapatkan perhatian khusus dari manajemen. Keterbatasan penelitian – Keterbatasan penelitian ini terletak pada penggunaan metode survei yang bergantung pada persepsi subjektif responden serta ruang lingkup penelitian yang hanya difokuskan pada satu perusahaan dan satu proyek konstruksi, sehingga generalisasi hasil penelitian masih terbatas. Implikasi – Implikasi penelitian ini memberikan masukan praktis bagi manajemen perusahaan untuk meningkatkan iklim keselamatan kerja melalui penguatan komunikasi risiko, keterlibatan pekerja dalam pengambilan keputusan keselamatan, peningkatan kualitas pelatihan, serta penegakan kebijakan zero tolerance terhadap risiko bahaya. Kebaruan – Kebaruan penelitian ini terletak pada penerapan instrumen NOSACQ-50 secara komprehensif pada pekerja konstruksi kapal di Indonesia, yang dikombinasikan dengan analisis spider web untuk memetakan kekuatan dan kelemahan setiap dimensi iklim keselamatan kerja secara visual dan sistematis, sehingga dapat menjadi dasar evaluasi dan perbaikan berkelanjutan sistem K3 perusahaan.
Copyrights © 2026