Tujuan – Penelitian ini bertujuan merancang konsep produk permen jelly herbal berbasis kombinasi ketiga bahan tersebut sebagai alternatif pangan fungsional siap konsumsi sekaligus menganalisis kelayakannya sebagai model usaha rintisan mahasiswa berbasis kearifan lokal. Desain/metodologi/pendekatan – Metode yang digunakan adalah penelitian pengembangan konseptual (conceptual product development) melalui lima tahap: analisis kebutuhan, perancangan formulasi, penyusunan alur proses produksi, desain kemasan, dan simulasi analisis kelayakan usaha, dengan teknik analisis deskriptif konseptual dan triangulasi sumber literatur ilmiah serta standar industri pangan. Temuan – Hasil penelitian menunjukkan formulasi konseptual terdiri atas jahe merah 10%, madu 15%, habbatussauda 5%, pektin 20%, air 40%, dan gula aren 10%, dengan karakteristik tekstur kenyal stabil, rasa seimbang, dan aroma herbal ringan; simulasi penerimaan konsumen pada lima atribut sensori menghasilkan skor rata-rata 4,08–4,25 (skala 1–5); analisis finansial menunjukkan HPP Rp3.250/kemasan, BEP 65%, dan ROI 53,8% per siklus produksi. Keterbatasan penelitian – Keterbatasan penelitian terletak pada sifatnya yang masih konseptual tanpa uji laboratorium fisikokimia, organoleptik, maupun uji konsumen lapangan, sehingga validasi empiris masih diperlukan. Implikasi – Konsep produk berpotensi dikembangkan sebagai usaha rintisan mahasiswa berbasis inovasi pangan lokal sekaligus menjadi kerangka awal bagi penelitian eksperimental lanjutan. Kebaruan – Kebaruan penelitian terletak pada integrasi tiga komponen herbal aktif dalam satu produk semi-padat siap konsumsi melalui pendekatan perancangan konseptual yang masih jarang dilakukan dalam riset pangan fungsional nasional.
Copyrights © 2026