Tujuan – Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana perempuan pengusaha mikro mengadaptasi strategi pemasaran dalam kondisi keterbatasan sumber daya, serta mengkaji faktor-faktor yang memengaruhi proses adaptasi tersebut. Desain/metodologi/pendekatan – Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan perspektif interpretif melalui metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi, dan dokumentasi terhadap tiga perempuan pelaku usaha mikro berbasis rumah tangga di Kabupaten Tuban yang dipilih secara purposive. Temuan – Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pemasaran yang diterapkan cenderung sederhana dan berbasis pengalaman, seperti promosi dari mulut ke mulut dan pemanfaatan jaringan sosial. Namun, pelaku usaha mulai melakukan adaptasi melalui penggunaan media sosial, peningkatan kualitas produk, dan perbaikan kemasan. Adaptasi ini dipengaruhi oleh keterbatasan sumber daya, peran gender, struktur keluarga, serta dukungan komunitas UMKM. Selain itu, makna bekerja bagi perempuan pelaku usaha bersifat multidimensional, meliputi aspek ekonomi, aktualisasi diri, dan stabilitas emosi. Keterbatasan penelitian – Penelitian ini terbatas pada jumlah informan yang sedikit dan konteks wilayah tertentu, sehingga hasilnya tidak dapat digeneralisasi secara luas. Implikasi – Penelitian ini memberikan implikasi teoretis dalam pengembangan kajian manajemen pemasaran yang lebih kontekstual pada usaha mikro perempuan. Secara praktis, hasil penelitian ini dapat menjadi dasar bagi pemerintah dan lembaga terkait dalam merancang program pemberdayaan, khususnya dalam peningkatan kapasitas pemasaran dan literasi digital. Kebaruan – Kebaruan penelitian ini terletak pada penggabungan perspektif adaptasi strategi pemasaran dengan dimensi gender dan makna kerja perempuan dalam konteks usaha mikro berbasis rumah tangga yang masih jarang dikaji secara mendalam.
Copyrights © 2026