Penyakit tidak menular (PTM) seperti diabetes mellitus, hipertensi, dan penyakit jantung merupakan penyebab utama kematian di dunia, termasuk di Indonesia. Peningkatan prevalensi PTM sebagian besar dipengaruhi oleh pola hidup tidak sehat, seperti kurangnya aktivitas fisik, konsumsi makanan tidak bergizi, serta kebiasaan merokok. Oleh karena itu, upaya promotif dan preventif melalui edukasi kesehatan menjadi salah satu strategi penting dalam menekan angka kejadian PTM di masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas edukasi kesehatan dalam meningkatkan pengetahuan dan perubahan perilaku masyarakat terkait pencegahan PTM. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain pre-test dan post-test terhadap kelompok masyarakat yang diberikan intervensi berupa penyuluhan kesehatan. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mengukur tingkat pengetahuan, sikap, dan perilaku sebelum dan sesudah edukasi, kemudian dianalisis secara statistik untuk melihat perbedaan yang signifikan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada tingkat pengetahuan dan kesadaran masyarakat setelah diberikan edukasi kesehatan. Selain itu, terjadi perubahan perilaku positif seperti peningkatan aktivitas fisik, pola makan sehat, dan penurunan kebiasaan merokok. Dengan demikian, edukasi kesehatan terbukti efektif sebagai upaya pencegahan penyakit tidak menular, sehingga perlu dilakukan secara berkelanjutan dan terintegrasi dalam program kesehatan masyarakat.
Copyrights © 2026