Penelitian ini dimotivasi oleh rendahnya tingkat regulasi emosi di kalangan siswa SMPN 8 Makassar, yang tercermin dalam perilaku seperti mudah kekejaman, kasih sayang verbal, body shaming, dan kesulitan mengendalikan emosi selama interaksi sosial. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kuasi-eksperimental, penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan regulasi emosi siswa, (2) menguji implementasi kelompok bimbingan berdasarkan nilai-nilai Pappasang To Riolo, dan (3) menganalisis pengaruhnya terhadap peningkatan regulasi emosi siswa. Kebaruan penelitian ini terletak pada pengembangan kelompok bimbingan yang responsif secara budaya dengan secara sistematis mengintegrasikan nilai-nilai budaya Pappasang To Riolo ke dalam teknik bermain peran sebagai kerangka intervensi kontekstual yang selaras dengan latar belakang siswa. Sampel terdiri dari 24 siswa kelas 8, dibagi menjadi kelompok eksperimen (12 siswa) dan kelompok kontrol (12 siswa), yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan skala regulasi emosi dan observasi, dan dianalisis dengan Uji Peringkat Bertanda Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa regulasi emosi siswa pada kelompok eksperimen meningkat dari kategori rendah menjadi kategori sedang dan tinggi setelah intervensi, sedangkan kelompok kontrol tidak menunjukkan perubahan yang signifikan. Lebih lanjut, uji Wilcoxon menghasilkan nilai signifikansi p < 0,001, yang menunjukkan bahwa bimbingan bahwa kelompok berbasis Pappasang To Riolo secara signifikan meningkatkan regulasi emosi siswa di SMPN 8 Makassar.
Copyrights © 2026