Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas mesin Surface Mount Technology (SMT) di PT Sharp Elektronik Indonesia melalui pendekatan Overall Equipment Effectiveness (OEE) dan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). Berdasarkan data operasional periode Juni–Agustus 2024, rata-rata nilai OEE tercatat sebesar 56,8%, jauh di bawah standar industri sebesar 85%. Penurunan ini terutama disebabkan oleh rendahnya nilai Availability dan Performance, yang dipicu oleh waktu henti mesin yang tinggi serta kecepatan operasi yang tidak optimal. Untuk mengidentifikasi akar penyebab dan menentukan prioritas perbaikan, metode FMEA diterapkan dengan menghitung Risk Priority Number (RPN) dari setiap mode kegagalan. Hasil analisis menunjukkan bahwa downtime mesin merupakan penyebab utama dengan nilai RPN tertinggi, diikuti oleh faktor kesalahan operator dan keterlambatan pasokan bahan baku. Berdasarkan temuan tersebut, strategi perbaikan difokuskan pada peningkatan program pemeliharaan, pelatihan operator, dan efisiensi rantai pasok. Setelah implementasi perbaikan pada Oktober–Desember 2024, nilai OEE meningkat menjadi 77%, menandakan keberhasilan intervensi yang dilakukan. Integrasi OEE dan FMEA dalam penelitian ini memberikan pendekatan sistematis dan berbasis data yang efektif dalam mendukung peningkatan kinerja operasional mesin. Penelitian ini juga berkontribusi dalam pengembangan praktik manajemen perawatan di industri manufaktur elektronik Indonesia.
Copyrights © 2025