Material batubata merupakan bahan konstruksi tahan lama, kedap air sehingga mampu mengurangi rembesan air hujan pada dinding, serta memiliki ketahanan terhadap api sehingga lebih aman digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan serat kulit durian pada batubata. Serat kulit durian dipilih karena memiliki kandungan selulosa tinggi dan potensi sebagai bahan penguat alami yang ramah lingkungan. Perlakuan serat dilakukan melalui pengasapan dingin (suhu 35 ° - 45°) dengan variasi waktu tanpa pengasapan, 5 jam, 10 jam, 15 jam, dan 20 jam untuk meningkatkan kualitas permukaan dan daya ikat dengan matriks. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan variasi fraksi volume tanah liat, serat kulit durian, dan pati singkong yaitu 50%:20%:30%, 50%:30%:20%, dan 50%:40%:10%. Spesimen dibuat dengan metode hand lay-up, dikeringkan dengan oven selama 1 jam dengan suhu 200°. Pengujian kekuatan impak menggunakan metode Charpy Impact Test standar ASTM E23. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai energi serap tertinggi diperoleh pada fraksi volume 50%:20%:30% sebesar 4,60 J, sedangkan nilai terendah pada fraksi volume 50%:40%:10% sebesar 0,60 J. Nilai harga impak tertinggi juga diperoleh pada fraksi volume 50%:20%:30% sebesar 0,043125 J/mm², dan terendah pada fraksi volume 50%:40%:10% sebesar 0,0075 J/mm². Hasil ini menunjukkan bahwa komposisi material sangat berpengaruh terhadap ketangguhan batu bata, dimana penambahan serat yang optimal mampu meningkatkan daya serap energi dan menghambat propagasi retak. Dapat disimpulkan komposisi fraksi volume 50%:20%:30% merupakan kondisi optimum dalam meningkatkan kekuatan impak batu bata komposit berbasis serat kulit durian dan matriks pati singkong. Peningkatan fraksi serat yang berlebihan cenderung menurunkan kekuatan impak akibat berkurangnya ikatan matriks dan meningkatnya porositas material.
Copyrights © 2026