Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Pemurnian Minyak Jelantah Secara Bertahap Menggunakan Adsorben Arang Sekam Padi, Ampas Tebu Dan Cangkang Telur Niko, Sisilia; Pasae, Yoel; Melawaty, Lydia
Prosiding Seminar Nasional Sinergitas Multidisiplin Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 6 (2023): Prosiding Seminar Nasional Sinergitas Multidisiplin Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Joi
Publisher : Yayasan Pendidikan dan Research Indonesia (YAPRI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Minyak goreng merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia sebagai bahan pengolah makanan. Penggunaan minyak goreng secara berulang-ulang dan kontinyu pada proses penggorengan akan mengakibatkan terjadinya reaksi degradasi sehingga menurunkan kualitas minyak goreng Hal ini dikarenakan saat dipanaskan pada suhu tinggi disertai kontak dengan udara akan menyebabkan minyak mengalami perubahan kimia seperti proses hidrolisis, oksidasi, polimerisasi dan reaksi pencoklatan. Proses oksidasi dan polimerisasi dapat merusak sebagian vitamin dan asam lemak esensial yang terdapat dalah minyak sehingga dapat mengakibatkan keracunan dalam tubuh dan berbagai macam penyakit, seperti diare, pengendapan lemak dalam pembuluh darah dan kanker. Pada penelitian ini telah dilakukan Pemurnian Minyak Jelantah Secara Bertahap Menggunakan Adsorben Arang Sekam Padi, Ampas Tebu, Dan Cangkang Telur sebagai bahan dasar pemurnian minyak jelantah dengan penambahan KOH. Sehingga minyak jelantah yang dihasilkan dapat dimanfaatkan kembali dan memenuhi standar SNI 01-3741:2013. Kadar bilangan peroksida terbaik setelah minyak jelantah diadsorpsi yaitu 8 mek/g dan 4 mek/g. hasil pemurnian tersebut memenuhi standar mutu minyak goreng menurut SNI-7709:2019 yaitu maksimal 10mek/g. Kadar asam lemak bebas terendah setelah minyak jelantah diadsorpsi secara bertahap pada adsorben arang sekam padi, ampas tebu dan cangkang telur pada waktu 2 jam yaitu 0,7%. Hasil pemurnian tersebut tidak memenuhi standar mutu minyak goreng menurut SNI-7709:2019. Karena angka asam lemak bebas didalam minyak berdasarkan standar mutu minyak goreng menurut SNI-7709:2019 maksimal sebesar 0,3%.. Kadar air terendah setelah minyak jelantah diadsorpsi sebanyak 0,12%, didapatkan kadar minyak terendah tidak memenuhi standar kadar air SNI-7709:2019 yaitu maksimal sebesar 0,1% Abstract Cooking oil is one of the basic human needs as a food processing ingredient. The use of cooking oil repeatedly and continuously in the frying process will result in a degradation reaction, thereby reducing the quality of the cooking oil. . Oxidation and polymerization processes can destroy some of the vitamins and essential fatty acids contained in the oil, which can lead to poisoning in the body and various diseases, such as diarrhea, deposition of fat in blood vessels and cancer. In this research, a gradual purification of used cooking oil has been carried out using rice husk charcoal, sugarcane bagasse and egg shells as the basic ingredients for refining used cooking oil with the addition of KOH. So that the cooking oil produced can be reused and meets SNI 01-3741:2013 standards. The best peroxide value levels after the used cooking oil was adsorbed were 8 mek/g and 4 mek/g. The refined product meets the cooking oil quality standard according to SNI-7709: 2019, which is a maximum of 10mek/g. The lowest free fatty acid content after used cooking oil was gradually adsorbed on rice husk charcoal, bagasse and eggshell adsorbents for 2 hours, namely 0.7%. The refining results do not meet the cooking oil quality standards according to SNI-7709:2019. Because the number of free fatty acids in the oil based on the quality standard of cooking oil according to SNI-7709: 2019 is a maximum of 0.3%. The lowest water content after the used cooking oil has been adsorbed is 0.12%, the lowest oil content does not meet the SNI- 7709:2019, which is a maximum of 0.1%.
Pengolahan Air Limbah Rumah Potong Hewan ( Rph) Ayam Dengan Proses Biofilter Menggunakan Arang Bambu Parinding, Iis Dahlia; Pasae, Yoel; Saleh, M
Prosiding Seminar Nasional Sinergitas Multidisiplin Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 6 (2023): Prosiding Seminar Nasional Sinergitas Multidisiplin Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Joi
Publisher : Yayasan Pendidikan dan Research Indonesia (YAPRI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Limbah cair merupakan sebagai buangan air yang berasal dari aktivitas manusia yang mengandung berbagai polutan yang berbahaya baik secara langsung maupun dalam jangka panjang. Pada penelitian ini akan di lakukan pengolahan air limbah rumah potong hewan (RPH) ayam dengan proses biofilter menggunakan arang bambu. Arang bambu digunakan sebagai adsorben karena memiliki kandungan karbon aktif yang memiliki daya serap tinggi dan merupakan karbon berpori yang telah mengalami reaksi dengan bahan kimia yaitu KOH. Adapun penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pengolahan air limbah rumah potong hewan (RPH) ayam dengan biofilter menggunakan arang bambu dan mengetahui kualitas produk air yang telah melalui proses biofilter. Pengolahan air limbah di awali dengan pembuatan arang aktif yaitu bambu betung di panaskan sampai membentuk arang kemudian setelah itu arang bambu di haluskan lalu di campurkan dengan larutan KOH 5% selama 24 jam, setelah itu arang di cuci hingga mencapai pH netral kemudian di keringkan dalam oven dengan suhu 110oC hingga membentuk arang aktif. Arang aktif tersebut di gunakan sebagai biofilter,dimana air limbah di masukan kedalam bak pemisah lemak selama ± 30 menit, kemudian di aliran ke bak pengendapan awal selama 4,2 jam, setelah itu di alirkan di bak kontraktor anaerob selama 9,45 jam dan di isi dengan arang aktif sebanyak 650 gram, kemudian di alirkan ke bak kontrakto aerob selama ± 8 jam dan di isi dengan arang aktif sebanyak 650 gram serta penambahan blower udara, setelah itu di alirkan ke bak pengendapan akhir selama 4,2 jam kemudian di alirkan ke saluran umum. Setelah di lakukan penelitian di dapatkan proses pengolahan dengan metode proses biofilter anaerob,proses biofilter aerob dan proses biofilter anaerob-aerob hasil air olahan menunjukan aroma arang aktif yang sedikit menyengat dan warna hitam, kualitas air di dapatkan sebagai berikut BOD sebanyak 5,81% dan COD sebanyak 39,841% serta % penurunan kadar BOD dan COD dari hasil tahapan proses biofilter menggunakan arang bambu dengan proses biofilter anaerob BOD RUN 1 0,986%, RUN 2 0,854% dan COD RUN 1 0,984%, RUN 2 0,846%. Proses biofilter aerob kadar COD RUN 1 0,751%, RUN 2 0,295% dan kadar COD RUN 1 0,751%, RUN 2 0,893%. Dan proses kombinasi biofilter anaerob-aerob kadar BOD RUN 1 0,735% , RUN 2 0,103 % dan COD RUN 1 0,735%,RUN 2 0,103%. Sehingga yang paling efektif penurunan adalah metode kombinasi biofilter anaerob-aerob. Abstract Liquid waste is a waste water originating from human activities that contains various harmful pollutants both directly and in the long term. In this study, chicken slaughterhouse wastewater (RPH) will be treated with a biofilter process using bamboo charcoal. Bamboo charcoal is used as an adsorbent because it contains activated carbon which has high absorption and is a porous carbon that has undergone a reaction with chemicals, namely KOH. This study aims to determine the process of treating chicken slaughterhouse wastewater (RPH) with a biofilter using bamboo charcoal and to determine the quality of water products that have gone through the biofilter process. Wastewater treatment begins with the manufacture of activated charcoal, namely bamboo betung heated to form charcoal then after that the bamboo charcoal is pureed and then mixed with 5% KOH solution for 24 hours, after that the charcoal is washed until it reaches a neutral pH then dried in the oven with a temperature of 110oC to form activated charcoal. The activated charcoal is used as a biofilter, where waste water is put into a fat separator tank for ± 30 minutes, then flows into the initial sedimentation tank for 4.2 hours, after that it is flowed in an anaerobic contractor tank for 9.45 hours and then drained into an anaerobic tank. filled with 650 grams of activated charcoal, then flowed into an aerobic contracting bath for ± 8 hours and filled with 650 grams of activated charcoal and the addition of an air blower, after that it was flowed into the final settling basin for 4.2 hours then flowed into common channel. After the research was carried out, it was found that the processing method used was the anaerobic biofilter process, the aerobic biofilter process and the anaerobic-aerobic biofilter process. The processed water results showed a slightly pungent activated charcoal aroma and black color, the water quality was obtained as follows, BOD of 5.81% and COD was 39.841% and % decreased levels of BOD and COD from the results of the stages of the biofilter process using bamboo charcoal with an anaerobic biofilter process BOD RUN 1 0.986%, RUN 2 0.854% and COD RUN 1 0.984%, RUN 2 0.846%. The aerobic biofilter process contains COD RUN 1 0.751%, RUN 2 0.295% and COD RUN 1 content 0.751%, RUN 2 0.893%. And the combination process of the anaerobic-aerobic biofilter contains BOD RUN 1 0.735%, RUN 2 0.103% and COD RUN 1 0.735%, RUN 2 0.103%. So that the most effective reduction is the anaerobic-aerobic biofilter combination method.
Strategi peningkatan kinerja karyawan Bank Negara Indonesia Kantor Cabang Pembantu Makale Palamba, Wenef Natalia; Ma'na, Petrus; Pasae, Yoel; Tandi, Asrin
Co-Creation : Jurnal Ilmiah Ekonomi Manajemen Akuntansi dan Bisnis Vol. 2 No. 4 (2024): Co-Creation : Jurnal Ilmiah Ekonomi Manajemen Akuntansi dan Bisnis
Publisher : ARKA INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55904/cocreation.v2i4.1129

Abstract

This study aims to analyze employee performance improvement strategies at Bank Negara Indonesia Makale Branch Office. Data were obtained from primary and secondary data through observation, interviews, and documentation. The research method used was qualitative using SWOT analysis. The results showed that the strength of employee performance lies in fulfilling the workload according to SOP and job description, a harmonious work environment, and adequate work facilities. However, there are several weaknesses such as delays in repairing work equipment, lack of human resources in customer service positions, and employees who are not domiciled in Makale. Opportunities in improving performance include employee motivation and career development, while threats include employees who are not domiciled in Makale and a lack of security personnel. Obstacles faced by employees include damaged work equipment, lack of human resources, and limited security personnel. Factors that support employee performance include fulfilling the workload, a harmonious work atmosphere, adequate work facilities, and employee motivation. It can be concluded that performance strengths must be maximized and must take advantage of opportunities so that performance continues to improve.
Systematic Literatur Review: Keterampilan Berpikir Kreatif dalam Pembelajaran Kimia Pada Tingkat SMA di Indonesia Allo, Eda Lolo; Pasae, Yoel
Chemica: Jurnal Ilmiah Kimia dan Pendidikan Kimia Vol 25, No 1 (2024): CHEMICA
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/chemica.v25i1.62514

Abstract

Keterampilan berpikir kreatif merupakan keterampilan abad 21 yang diperlukan menghadapi tantangan dunia global. Penelitian ini bertujuan memberikan gambaran penelitian terdahulu tentang keterampilan berpikir kreatif dalam pembelajaran kimia SMA di Indonesia. Penelitian menggunakan Systematic Literature Review merujuk pada Kitchenham dan Charters. Sumber data dari https://sinta.kemdikbud.go.id. Penelusuran artikel pada masing-masing website menggunakan kata kunci berpikir kreatif, creative thinking, kreativitas dan creativity. Hasil penelitian adalah: 1). Publikasi artikel keterampilan berpikir kreatif dalam pembelajaran kimia di Indonesia termuat pada jurnal SINTA 2 sebanyak tujuh artikel, SINTA 3 tujuh artikel, SINTA 4 tujuh artikel, SINTA 5 dua artikel; 2). Berbagai upaya dilakukan untuk mengembangkan keterampilan berpikir kreatif peserta didik dimana cara yang paling banyak dilakukan adalah mengembangkan LKPD yang didasarkan pada model pembelajaran tertentu; 3). Konten kimia yang menjadi bahan kajian dalam mengembangkan keterampilan berpikir kreatif adalah beragam, dengan kajian terbanyak pada konten Asam Basa dan Larutan Penyangga.Kata Kunci: Keterampilan Berpikir Kreatif, Pembelajaran Kimia, SMA.ABSTRACTCreative thinking skills are 21st century skills needed to face the challenges of the global world. This research aims to provide an overview of previous research on creative thinking skills in chemistry learning at high schools in Indonesia. Research using Systematic Literature Review refers to Kitchenham and Charters. Data source from https://sinta.kemdikbud.go.id. Search for articles on each website using the keywords creative thinking, creativity and creativity. The research results are: 1). The publication of articles on creative thinking skills in chemistry learning in Indonesia is contained in the journal SINTA 2 with seven articles, SINTA 3 seven articles, SINTA 4 seven articles, SINTA 5 two articles; 2). Various efforts have been made to develop students' creative thinking skills, where the most common way is to develop student worksheets that are based on certain learning models; 3). The chemical content used as study material in developing creative thinking skills is diverse, with the most studies being Acids-Bases and Buffer Solutions.Keywords: Creative Thinking Skills, Chemistry Learning, High School
Perbandingan Karakteristik Biodiesel Berbahan Baku Minyak Jelantah Hasil Proses Transesterifikasi Berkatalis NaOH, CaO Superbasa, dan Zeolit Pasae, Yoel; Bulo, Lise; Ivonne, Brigita
Journal of Chemical Process Engineering Vol. 4 No. 1 (2019): Journal of Chemical Process Engineering
Publisher : Fakultas Teknologi Industri - Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33536/jcpe.v4i1.831

Abstract

Salah satu faktor penentu keberhasilan dalam pengembangan proses produksi biodiesel adalah ketersediaan katalis yang mudah diperoleh dan harganya murah. Secara umum katalis yang paling banyak digunakan dalam proses transesterifikasi adalah NaOH, namun dalam beberapa tahun terakhir penelitian untuk memanfaatkan jenis katalis lainnya seperti zeolit, dan CaO superbasa juga telah dikembangkan. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan karakteristik biodiesel yang diproduksi dari bahan baku minyak jelantah dengan menggunakan katalis NaOH, CaO superbasa, dan zeolit. Proses reaksi transesterifikasi dilangsungkan dalam reaktor gelas dengan tipe reaktor tangki berpengaduk pada suhu 650C, waktu reaksi 3 jam dengan kecepatan pengadukan 200 rpm. Karakteristik biodiesel yang diuji yaitu densitas, viskositas, dan angka asam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik biodiesel yang diperoleh dengan katalis NaOH, CaO superbasa, dan zeolit masing-masing adalah densitas (kg/m3) 872; 914; dan 918, viskositas (mm2/s) 2,93; 17,65; dan 17,34, angka asam (mg NaOH/g sampel) 0,56; 0,6; 0,6. Jika dibandingkan dengan karakteristik standar yang ditetapkan oleh Standar Nasional Indonesia (SNI) yaitu densitas 850-890, viskositas 2,3-6,0 mm2/s dan angka asam max 0,6, maka dapat disimpulkan bahwa hanya angka asam untuk biodiesel berkatalis CaO super basa dan biodiesel berkatalis zeolit yang tidak memenuhi standar SNI.
EVALUATION OF THE EFFECTIVENESS OF THE GRATIFICATION CONTROL PROGRAM IN PREVENTING CONFLICT OF INTEREST: A STRATEGIC STUDY IN THE CENTRAL PAPUA PROVINCE INSPECTORATE Douw, Ida Rohayati; Lambe, Kristian Hoegh Pride; Pasae, Yoel
Journal of Entrepreneur, Business and Management Vol 2, No 3 (2024): Journal Of Entrepreneur, Business and Management
Publisher : Entrepreneurship Undergraduate Program at Amkop Business School

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/jebm.v2i3.153

Abstract

This study evaluates the effectiveness of the Gratification Control Program in preventing conflicts of interest in the Inspectorate of Central Papua Province. Using a qualitative approach, data were collected through observation, interviews, and documentation with seven employees as informants. The results of the study indicate that this program reflects a strong commitment to preventing corruption through socialization, training, and clear operational guidelines. However, its effectiveness still needs to be improved due to lack of employee understanding, low participation, and minimal management support. With regular evaluation and compliance with policies, this program has the potential to create a cleaner and more accountable government.
Analisis Kinerja Pegawai Pengelola Pengadaan Barang dan Jasa pada Sekretariat Daerah Kabupaten Mamberamo Tengah Tandibua, Semuel Tanjun; Pasae, Yoel; Baharuddin, Baharuddin
Journal of Marketing Management and Innovative Business Review Vol. 3 No. 1 (2025): Mariobre, June 2025 (e-ISSN: 3031-4208)
Publisher : Master of Management Study Program, Universitas Kristen Indonesia Paulus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63416/mrb.v3i1.294

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja pegawai pengelola pengadaan barang dan jasa di Sekretariat Daerah Kabupaten Mamberamo Tengah selama periode 2021–2024. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik analisis data yang terdiri dari tiga tahapan: reduksi data, display data, dan penyajian kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas kerja pegawai masih belum optimal, dengan 42,85% responden menilai kinerjanya baik, 35,71% sangat baik, dan 21,43% kurang baik. Dari aspek kuantitas kerja, sebanyak 42,86% responden menilai baik, 35,71% sangat baik, dan 21,43% belum baik. Indikator pemanfaatan waktu menunjukkan bahwa 47,15% responden menilai baik, sementara 30% masih menilai kurang baik. Dari segi kerjasama, mayoritas responden (62,85%) menilai bahwa pegawai memiliki tingkat kerjasama yang baik. Temuan ini mengindikasikan perlunya peningkatan kapasitas pegawai, terutama dalam pemanfaatan teknologi digital dan koordinasi lintas organisasi perangkat daerah untuk meningkatkan efektivitas pengadaan barang dan jasa.
Analisis Peran Fungsi Kompetensi dan Independensi dalam Meningkatkan Kinerja Pegawai Inspektorat Daerah Kabupaten Mamberamo Tengah Pini, Lukas; Rantererung, Corvis L.; Pasae, Yoel
Journal of Marketing Management and Innovative Business Review Vol. 3 No. 1 (2025): Mariobre, June 2025 (e-ISSN: 3031-4208)
Publisher : Master of Management Study Program, Universitas Kristen Indonesia Paulus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63416/mrb.v3i1.295

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran fungsi kompetensi dan independensi pegawai dalam meningkatkan kinerja Inspektorat Daerah Kabupaten Mamberamo Tengah. Inspektorat sebagai Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) memiliki peran penting dalam mengawasi pengelolaan keuangan dan pelaksanaan pembangunan daerah agar sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Namun, hasil assessment menunjukkan bahwa kapabilitas APIP di Kabupaten Mamberamo Tengah masih berada di bawah standar yang diharapkan, sehingga efektivitas pengawasan belum optimal. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari 15 pegawai Inspektorat Daerah Kabupaten Mamberamo Tengah. Data dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi dan independensi pegawai Inspektorat berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kinerja pengawasan internal. Faktor pendukung utama adalah pelatihan dan peningkatan keterampilan pegawai, sedangkan faktor penghambat mencakup kurangnya sumber daya manusia yang berkualifikasi serta keterbatasan anggaran operasional. Oleh karena itu, diperlukan strategi penguatan kompetensi dan independensi pegawai melalui pendidikan berkelanjutan serta penguatan regulasi yang mendukung transparansi dan akuntabilitas.
Analisis Strategi Kepemimpinan, Manajemen Mutu Sekolah Dan Iklim Kerja Terhadap Program Sekolah Adiwiyata Yang Berkelanjutan Di Smp Negeri 1 Kesu Mardiana, Mardiana; Pasae, Yoel; Rantererung, Corvis L
Action Research Literate Vol. 9 No. 3 (2025): Action Research Literate
Publisher : Ridwan Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/arl.v9i3.2836

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis tentang pengaruh Strategi Kepemimpinan, Manajemen Mutu Sekolah dan Iklim Kerja terhadap Program Sekolah Adiwiyata yang berkelanjutan di SMP Negeri 1 Kesu. Jenis penelitian ini adalah penelitian dengan pendekatan kuantitatif. Lokasi penelitian di SMP Negeri 1 Kesu. Sumber Data penelitian dari sumber data Primer dan Sumber Data Sekunder. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Guru  di Guru di Sekolah Menengah Pertama (SMP)  Negeri 1 Kesu Toraja Utara, dengan jumlah Guru sebanyak 38 orang.Penetapan sampel penelitian merujuk pada teknik Sampling jenuh. Sehingga jumlah sampel pada penelitian ini adalah sebanyak 38 orang Guru,  Hasil penelitian menunjukkan bahwa Strategi Kepemimpinan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap keberhasilan Program Sekolah Adiwiyata, sedangkan Manajemen Mutu Sekolah juga menunjukkan pengaruh positif. Meskipun Iklim Kerja memiliki elemen positif, hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruhnya tidak signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan wawasan dan rekomendasi bagi pengelolaan sekolah dalam meningkatkan kualitas pendidikan serta kesadaran lingkungan di kalangan siswa dan masyarakat.
Evaluation Of The Implementation Of The Government Internal Control System (Spip) At The Central Papua Provincial Inspectorate Pujiastuti, Triatmi; Pasae, Yoel; Lamba, Since Erna
Jurnal Inovasi Global Vol. 3 No. 3 (2025): Jurnal Inovasi Global
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jig.v3i3.292

Abstract

This research investigates and analyzes the Evaluation of the Implementation of the Government Internal Control System (SPIP) in the Inspectorate of Central Papua Province. The research object is the Inspectorate of Central Papua Province. The data sources include primary and secondary data. The data collection methods used are observation, interviews, and documentation. This study involves 11 employees from the Inspectorate of Central Papua Province. The data analysis technique employs qualitative descriptive analysis, beginning with data reduction, proceeding to data presentation, and concluding. The study concludes that: 1) The implementation of the Government's Internal Control System (SPIP) in the Inspectorate of Central Papua Province is a crucial step in ensuring that regional finances and assets are managed effectively, transparently, and in an accountable manner. 2) The implementation of the Government Internal Control System (SPIP) in the Inspectorate of Central Papua Province faces various significant challenges, including limitations in human resources, inadequate infrastructure, resistance to change, and dependence on external resources. 3) The effectiveness of the Government Internal Control System (SPIP) training in the Inspectorate of Central Papua Province can be measured through the increased understanding of employees, consistent policy implementation, and audit results indicating improvements in financial management