Terminal peti kemas menghadapi permasalahan ketidakoptimalan tenaga kerja yang berdampak pada kinerja operasional. Dengan 250 tenaga kerja dan rasio 0,5 orang/kontainer, throughput hanya mencapai 92% dari target 500 kontainer per hari. Penelitian ini bertujuan menentukan tenaga kerja optimal menggunakan integrasi Time and Motion Study dan Ranked Positional Weight sebuah pendekatan yang belum banyak diterapkan secara komprehensif pada sistem logistik terminal peti kemas dengan aktivitas paralel dan precedence constraint kompleks. Time and Motion Study digunakan untuk menghitung waktu standar 8 aktivitas operasional dengan rating factor 1,10 dan allowance 27%. Ranked Positional Weight digunakan untuk distribusi beban kerja optimal dengan mempertimbangkan precedence constraint dan aktivitas paralel. Berdasarkan hasil perhitungan model, waktu standar total mencapai 16,64 menit per kontainer, distribusi ke 3 stasiun kerja menghasilkan estimasi efisiensi lini 64,20%, dan jumlah tenaga kerja optimal 105 orang (35 orang per shift) dengan rasio 0,21 orang/kontainer. Implementasi rekomendasi ini berpotensi menghasilkan efisiensi tenaga kerja hingga 58%, penurunan cycle time menjadi 8,64 menit, dan pencapaian throughput 100% sesuai target.
Copyrights © 2026