Permasalahan sampah rumah tangga di tingkat desa masih menjadi tantangan akibat rendahnya kesadaran masyarakat dalam memilah dan mengelola sampah secara tepat, serta kebiasaan pembakaran terbuka yang memicu polusi udara. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui program ini bertujuan untuk membangun sistem pengelolaan sampah melalui integrasi Bank Sampah dan implementasi alat pembakaran minim asap di Desa Mandah, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui tiga tahapan yaitu persiapan berupa penyediaan fasilitas pemilahan dan pembakaran sampah, tahap pelaksanaan yaitu sosialisai edukatif dan demonstrasi langsung, serta evaluasi kualitatif deskriptif. Hasil kegiatan yaitu terbangunnya fasilitas bak pemilahan sampah dan satu unit alat pembakaran minim asap. Hasil luaran secara non-fisik, terjadi pemahaman dan perilaku masyarakat yang signifikan, diantaranya masyarakat mulai memilah sampah anorganik yang bernilai ekonomis untuk ditabung di bank sampah, dan masyarakat mulai menyadari bahaya emisi gas buang sehingga penggunaan alat pembakaran minim asap diperuntukkan untuk pemusnahan sampah residu. Sinergi kedua kegitan ini terbukti efektif dalam menekan volume sampah, mencitakan sirkulasi ekonomi, serta menjaga kesehatan lingkungan.
Copyrights © 2026