Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya timbulan sampah plastik, khususnya jenis Polyethylene Terephthalate (PET) dari botol minuman di Kota Padang yang mencapai 64-96 ton per hari. Inovasi dalam pengelolaan limbah diperlukan untuk mengurangi dampak lingkungan sekaligus mendukung ketersediaan material konstruksi yang berkelanjutan (Siregar, 2020). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan limbah plastik PET sebagai bahan pengganti semen dalam pembuatan paving block ditinjau dari sifat mekanisnya yang meliputi kuat tekan, kuat lentur, kekakuan (stiffness), daktilitas, dan energi disipasi. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental kuantitatif berbasis laboratorium. Benda uji dibuat dengan melelehkan limbah plastik PET pada suhu ±200°C yang kemudian dicampur dengan pasir menggunakan empat variasi komposisi volume (PET:Pasir), yaitu: 100:0, 25:75, 50:50, dan 75:25. Hasil penelitian ini dibandingkan dengan paving block normal (campuran semen-pasir 1:3) dan paving block pracetak fabrikasi sebagai kontrol. Hasil pengujian menunjukkan bahwa limbah plastik PET yang dilelehkan mampu berfungsi secara fungsional sebagai bahan pengikat butiran pasir. Variasi campuran 50% PET : 50% Pasir merupakan komposisi paling optimal dengan nilai kuat tekan rata-rata sebesar 13,413 MPa, yang memenuhi spesifikasi Mutu C (minimal 12,5 MPa) sesuai SNI 03-0691-1996 untuk aplikasi jalur pejalan kaki. Analisis perilaku mekanis menunjukkan bahwa variasi dengan kadar pasir lebih tinggi (25:75) menghasilkan nilai kekakuan tertinggi sebesar 2069,19 N/mm, sementara penambahan kadar PET meningkatkan daktilitas material. Namun, peningkatan kadar plastik cenderung menurunkan nilai kuat lentur dan energi disipasi. Secara keseluruhan, paving block berbasis PET-Pasir ini layak digunakan sebagai alternatif material konstruksi ramah lingkungan untuk kategori non-struktural.
Copyrights © 2026