Tujuan penelitian ini mengkaji pengaruh orientasi etika dan budaya etika organisasi terhadap komitmen profesional, dengan sensitivitas etika sebagai variabel mediasi di antara auditor Perwakilan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Sumatera Utara, Indonesia. Pendekatan kuantitatif digunakan dengan menggunakan data survei yang dikumpulkan dari 60 auditor BPKP, yang dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling Partial Least Squares (SEM-PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa orientasi etika dan budaya etiis organisasi memiliki pengaruh signifikan terhadap sensitivitas etika. Orientasi etika memiliki pengaruh signifikan terhadap komitmen professional. Budaya etis organisasi tidak berpengaruh signifikan terhadap komitmen professional. Sensitivitas etika berpengaruh signifikan terhadap komitmen professional. Lebih lanjut, sensitivitas etika memediasi pengaruh antara orientasi etika terhadap komitmen profesional. Sensitivitas etika tidak memediasi pengaruh antara budaya etis organisasi terhadap komitmen profesional. Temuan ini menunjukkan bahwa auditor dengan orientasi etika yang kuat, didukung oleh lingkungan organisasi yang etis, cenderung menunjukkan sensitivitas etika yang lebih tinggi, yang pada gilirannya meningkatkan komitmen profesional mereka. Studi ini berkontribusi pada literatur dengan memberikan bukti empiris dari konteks audit sektor publik di Indonesia dan menawarkan implikasi praktis untuk memperkuat kebijakan etika, pelatihan, dan budaya organisasi guna meningkatkan profesionalisme dan komitmen auditor.
Copyrights © 2026