This study aims to analyze the utilization of the Ruang GTK application as an academic supervision instrument in enhancing teachers’ professional competence. A qualitative descriptive design was employed, involving one principal, one vice principal, and ten teachers selected through purposive sampling. Data were collected through observations, in-depth interviews, and documentation, and analyzed using an interactive data analysis model. The findings reveal that the use of Ruang GTK transforms academic supervision from a conventional, administrative practice into a structured, data-driven, and continuous system. In the planning stage, supervision is conducted based on the analysis of the Education Report to identify priority areas for teacher improvement. During implementation, the integration of direct classroom observation and digital documentation enables systematic monitoring, performance assessment, and feedback delivery. The evaluation process, supported by the platform, promotes measurable follow-up actions and reflective practices. The results indicate that the most significant improvements occur in pedagogical and professional competencies, particularly in differentiated instruction design, integration of digital learning tools, and reflective teaching practices. Beyond enhancing efficiency and accountability, the platform also fosters a more collaborative, reflective, and adaptive work culture aligned with digital transformation. This study highlights that digital-based academic supervision serves not merely as an administrative tool but as a strategic mechanism to promote continuous professional development. The findings imply the need for sustained digital literacy enhancement and integrated technology-based supervision systems to improve the quality of primary education. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan Aplikasi Ruang GTK sebagai instrumen supervisi akademik dalam mengembangkan kompetensi profesional guru. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif, melibatkan 1 kepala sekolah, 1 wakil kepala sekolah, dan 10 guru yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, serta dianalisis menggunakan model analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan Ruang GTK mentransformasi praktik supervisi akademik dari pola konvensional menjadi sistem yang lebih terstruktur, berbasis data, dan berkelanjutan. Pada tahap perencanaan, supervisi dilakukan melalui analisis Rapor Pendidikan untuk menentukan prioritas peningkatan kinerja guru. Pada tahap pelaksanaan, integrasi antara observasi langsung dan dokumentasi digital memungkinkan monitoring, penilaian kinerja, serta pemberian umpan balik secara lebih sistematis dan transparan. Evaluasi berbasis aplikasi mendorong refleksi mandiri dan tindak lanjut yang terukur. Temuan utama menunjukkan bahwa peningkatan kompetensi guru paling signifikan terjadi pada aspek pedagogik dan profesional, khususnya dalam perancangan pembelajaran berbasis diferensiasi, pemanfaatan teknologi pembelajaran, serta kemampuan refleksi praktik mengajar. Selain meningkatkan efisiensi dan akuntabilitas supervisi, penggunaan Ruang GTK juga berkontribusi terhadap terbentuknya budaya kerja yang lebih kolaboratif, reflektif, dan adaptif terhadap transformasi digital. Penelitian ini menegaskan bahwa supervisi akademik berbasis platform digital tidak hanya berfungsi sebagai alat administratif, tetapi sebagai mekanisme strategis dalam mendorong continuous professional development. Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya penguatan literasi digital guru dan integrasi sistem supervisi berbasis teknologi secara berkelanjutan guna meningkatkan mutu pembelajaran di sekolah dasar. Â
Copyrights © 2026