Pisang kepok (Musa paradisiaca L.) menjadi komoditas unggulan Indonesia yang memiliki nilai ekonomi dan gizi tinggi. Namun, perbanyakan bibit secara konvensional seringkali lambat dan rentan terhadap penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi zat pengatur tumbuh (ZPT) IBA (Indole Butyric Acid) dan BAP (Benzylaminopurine) serta penambahan air kelapa terhadap induksi tunas pisang kepok secara in vitro. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non-faktorial dengan empat perlakuan: A1 (MS + IBA 2 mg/L + BAP 3 mg/L), A2 (MS + IBA 3 mg/L + BAP 2 mg/L), B1 (MS + IBA 2 mg/L + BAP 3 mg/L + Air Kelapa 15%), dan B2 (MS + IBA 3 mg/L + BAP 2 mg/L + Air Kelapa 15%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan memberikan pengaruh nyata terhadap jumlah tunas, namun berpengaruh tidak nyata terhadap waktu muncul tunas, tinggi tunas, diameter tunas, jumlah daun, dan bobot basah eksplan. Perlakuan B1 merupakan media yang paling optimal untuk menginduksi jumlah tunas terbanyak (1,67 tunas), tinggi tunas tertinggi (3,32 cm), diameter tunas terbesar (1,42 cm), dan jumlah daun terbanyak (2,11 daun). Secara keseluruhan, kombinasi sitokinin yang lebih tinggi (BAP 3 mg/L) dibandingkan auksin (IBA 2 mg/L) didukung oleh penambahan air kelapa 15% memberikan hasil pertumbuhan lebih stabil dan optimal pada fase induksi tunas pisang kepok.
Copyrights © 2026