Penelitian ini bertujuan menganalisis relevansi pemikiran pembaruan (tajdid) Muhammadiyah dalam merespons tantangan transformasi sosial dan teknologi pada pendidikan tinggi Islam di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan analisis konten terhadap sumber-sumber primer dan sekunder terkait reformisme Islam, modernisasi pendidikan, dan transformasi digital. Hasil kajian menunjukkan bahwa paradigma Islam berkemajuan dan etos modernisasi K.H. Ahmad Dahlan—yang menekankan integrasi iman, ilmu, dan amal—tetap relevan sebagai fondasi epistemologis dan operasional bagi perguruan tinggi Muhammadiyah. Prinsip tajdid memberikan kerangka adaptif untuk menjawab tantangan perubahan struktur sosial, digitalisasi pembelajaran, serta tuntutan literasi digital yang beretika. Studi ini menyimpulkan bahwa visi pembaruan Muhammadiyah berpotensi strategis dalam membentuk model pendidikan tinggi yang responsif, bernalar ilmiah, dan berakar pada nilai-nilai Islam humanistik, sekaligus membuka agenda riset lanjutan tentang integrasi etika AI, kurikulum kontekstual, dan tata kelola kampus digital berbasis nilai. Kata Kunci: Tajdid Muhammadiyah, Transformasi Sosial, Transformasi Teknologi, Pendidikan Tinggi Islam, Islam Berkemajuan
Copyrights © 2026