Kemiskinan rumah tangga tetap menjadi tantangan pembangunan yang persisten di Provinsi Aceh. Studi ini bertujuan untuk menganalisis dampak pendidikan, usia, jenis kelamin kepala rumah tangga, dan kepemilikan aset terhadap kemiskinan rumah tangga di Provinsi Aceh pada tahun 2023. Analisis ini menggunakan data mikro dari Survei Sosial Ekonomi Nasional 2023, dengan rumah tangga sebagai unit analisis dan penekanan pada karakteristik kepala rumah tangga. Status kemiskinan diukur menggunakan pengeluaran per kapita bulanan rumah tangga relatif terhadap garis kemiskinan resmi. Probabilitas Linier Model dengan kesalahan standar yang robust digunakan untuk memperkirakan probabilitas suatu rumah tangga jatuh miskin. Hasil menunjukkan bahwa pendidikan dan usia kepala rumah tangga memiliki dampak negatif dan signifikan secara statistik terhadap probabilitas kemiskinan, menunjukkan bahwa modal manusia yang lebih tinggi dan pengalaman kerja yang lebih besar mengurangi kerentanan rumah tangga terhadap kemiskinan. Di sisi lain, rumah tangga yang dipimpin oleh laki-laki memiliki probabilitas kemiskinan yang lebih tinggi dibandingkan dengan rumah tangga yang dipimpin oleh perempuan. Kepemilikan aset menunjukkan efek negatif terkuat terhadap kemiskinan, menyoroti perannya sebagai bantalan ekonomi yang meningkatkan ketahanan rumah tangga dan stabilitas konsumsi. Temuan ini menyarankan bahwa kebijakan pengurangan kemiskinan di Aceh harus memprioritaskan pengembangan modal manusia, intervensi berbasis aset, dan desain kebijakan yang memperhitungkan karakteristik demografis rumah tangga.
Copyrights © 2026