Perkembangan teknologi digital mendorong inovasi media pembelajaran yang adaptif, namun terdapat gap penelitian berupa rendahnya fokus pada matematika dan adanya fragmentasi antara integrasi Micro Learning dengan elemen humor meme terhadap karakteristik generasi Z. Kondisi ini menyebabkan potensi meme sebagai instrumen edukasi matematika belum terpetakan secara sistematis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menganalisis literatur terkait pemanfaatan meme sebagai instrumen Micro Learning dalam meningkatkan engagement serta pemahaman konsep siswa, khususnya dalam pendidikan matematika. Metode yang digunakan adalah Literature Review dengan mensintesis 30 artikel ilmiah relevan yang terindeks pada basis data seperti Google Scholar, Scopus, dan SINTA menggunakan protokol PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses). Hasil kajian menunjukkan bahwa meme berfungsi sebagai multimodal scaffolding yang efektif mendekomposisi materi kompleks menjadi unit modular yang lebih aksesibel. Integrasi media ini terbukti memperkuat keterlibatan emosional dan mereduksi beban kognitif yang berdampak linier pada penguatan retensi pemahaman konsep siswa. Namun, analisis distribusi mengungkap diskrepansi sebaran riset, dimana fokus pada matematika ditemukan paling rendah (13%) dibandingkan bidang ilmu lainnya. Kajian ini mengungkap adanya fragmentasi fokus penelitian, terutama pada integrasi simultan antara variabel Micro Learning, meme, engagement, dan pemahaman konsep dalam matematika. Penelitian ini mengusulkan pengembangan pedagogi konvergensi Micro Humor (meme) sebagai strategi inovatif untuk mengisi kekosongan metodologis tersebut. Temuan ini menegaskan pentingnya sinergi konten Micro berbasis meme yang terstruktur secara pedagogis untuk menciptakan pembelajaran matematika yang lebih inklusif dan relevan di era digital.
Copyrights © 2026