Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih tingginya angka kenakalan remaja di Kota Bandar Lampung, seperti tawuran, seks bebas, dan pernikahan usia anak, yang menunjukkan rendahnya kesadaran terhadap perilaku berisiko. Berdasarkan data DPPKB (2024), hanya 43% remaja memiliki kesadaran tinggi terhadap bahaya kenakalan, sedangkan 57% masih rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran Program Generasi Berencana (GenRe) dalam mengatasi kenakalan remaja di Kota Bandar Lampung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskritif melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap pihak DPPKB, Duta GenRe, pengelola PIK-R, seta remaja non GenRe. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendahnya kesadaran remaja disebabkan oleh kurangnya pemahaman dan kemampuan dalam mengendalikan diri terhadap perilaku berisiko, Selain itu, pelaksanaan Program GenRe melalui Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) masih terbatas di sekolah karena keterbatasan sumber daya dan dukungan lembaga luar pendidikan. Oleh sebab itu, diperlukan perluasan jangkauan program dan penguatan media digital agar edukasi kesehatan reproduksi dan pencegahan kenakalan remaja dapat menjangkau seluruh kalangan remaja di Kota Bandar Lampung.
Copyrights © 2026