Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi resiliensi psikologis santri tahfidz di Pondok Pesantren (PP) Hidayatul Qurro yang menjalani sistem kurikulum ganda (dual- curriculum), yaitu kurikulum pesantren (tahfidz Al-Qur'an) dan kurikulum sekolah formal (SD/MI dan MAN). Tekanan akademik yang muncul dari tuntutan hafalan dan tugas sekolah seringkali menjadi beban psikologis bagi santri. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap santri, pengasuh, dan guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa resiliensi santri terbentuk melalui dukungan sosial yang kuat (aspek I Have), regulasi diri dan motivasi spiritual (I Am), serta kemampuan pemecahan masalah dan manajemen waktu (I Can). Faktor spiritualitas menjadi elemen kunci yang membedakan resiliensi santri tahfidz dengan pelajar umum dalam menghadapi tekanan akademik.
Copyrights © 2026