Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh status karyawan dan motivasi kerja terhadap kinerja karyawan di Dinas Kesehatan Kota Gunungsitoli. Latar belakang penelitian ini di dasari oleh adanya perbedaan status karyawan antara pegawai negeri sipil (PNS) dan tenaga honorer yang memiliki tanggung jawab dan jenis pekerjaan yang berbeda, namun menunjukkan semangat kerja yang relatif sama. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan metode survey, wawancara, dan kuesioner. Populasi penelitian ini berjumlah 92 orang karyawan yang terdiri dari PNS dan honorer, dengan Teknik pengambilan sampel total sampling. Instrumen penelitian menggunakan skala motivasi kerja dan skala kinerja karyawan yang di susun berdasarkan teori Herberg (2011) serta teori kinerja dari Mathis & Jackson (2011). Analisis data dilakukan dengan regresi linear berganda untuk mengetahui pengaruh antara variabel terikat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa status karyawan dan motivasi kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan. Karyawan yang memiliki motivasi tinggi cenderung menunjukkan bahwa motivasi kerja memiliki peran penting dalam meningkatkan kinerja, sedangkan status karyawan lebih berpengaruh terhadap pembagian tanggung jawab dan stabilitas kerja. Dengan demikian, instansi disarankan untuk terus memperhatikan aspek motivasi dan memberikan kesempatan yang adil bagi seluruh karyawan agar kinerja dapat meningkat secara optimal.
Copyrights © 2026