Percampuran budaya dengan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sosial budaya merupakan fenomena yang tidak terelakkan dalam masyarakat yang plural dan dinamis. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis proses akulturasi antara budaya lokal dan ajaran Islam, serta dampaknya terhadap pola kehidupan sosial masyarakat. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi literatur terhadap berbagai sumber akademik yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa interaksi antara budaya dan Islam tidak selalu bersifat konflik, melainkan lebih sering menghasilkan bentuk harmonisasi melalui proses adaptasi, seleksi, dan integrasi nilai. Nilai-nilai Islam seperti keadilan, kesederhanaan, dan solidaritas sosial mampu menyatu dengan tradisi lokal tanpa menghilangkan identitas budaya setempat. Namun demikian, terdapat pula tantangan berupa potensi distorsi nilai ketika praktik budaya bertentangan dengan prinsip-prinsip dasar Islam. Oleh karena itu, diperlukan pemahaman yang komprehensif dan kontekstual agar percampuran budaya dan nilai-nilai Islam dapat berjalan secara seimbang, sehingga mampu memperkuat koneksi sosial dan menjaga keberlanjutan identitas budaya dalam masyarakat modern.
Copyrights © 2026