Pacaran di kalangan remaja di madrasah, termasuk di MTS Terpadu Darunnajah, menjadi masalah besar bagi pendidikan karakter yang berbasis agama. Meskipun sekolah sudah melarang pacaran, masih ada sebagian siswa yang melakukannya, baik secara diam-diam maupun terbuka melalui media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk melihat cara guru Pendidikan Agama Islam (PAI) mengajarkan nilai-nilai karakter religius, agar bisa mencegah siswa terlibat pacaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data didapat dari pengamatan, wawancara, dan dokumentasi, lalu dianalisis dengan cara mereduksi, menyajikan, dan menarik kesimpulan dari data tersebut. Hasil menunjukkan bahwa guru PAI menggunakan beberapa strategi seperti memberi teladan, membiasakan nilai-nilai agama, memperkuat aturan, melakukan konseling keagamaan, serta bekerja sama dengan orang tua. Namun, ada beberapa kendala, seperti pengaruh media sosial, tuntutan budaya remaja, dan keterbatasan pengawasan guru di luar sekolah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa menerapkan nilai karakter religius harus dilakukan secara menyeluruh, terpadu, dan berkelanjutan. Hasil penelitian ini bisa dipakai oleh guru sebagai acuan dalam menyusun kebijakan pendidikan karakter, terutama untuk mencegah tindakan pacaran di kalangan siswa
Copyrights © 2026