Hotel Janevalla Bandung merepresentasikan kontradiksi unik antara kebutuhan relaksasi wisatawan dengan realitas lingkungan urban yang bising dan padat. Secara arsitektural, hotel ini mengusung identitas urban industrial yang tegas melalui dominasi material beton dan baja, namun keasrian ruangnya tetap terjaga berkat penerapan prinsip biophilic design. Penelitian ini bertujuan untuk membedah integrasi elemen biofilik pada area lobi melalui pendekatan kualitatif yang komprehensif, mencakup studi pustaka, observasi lapangan, pengalaman ruang (spatial experience), serta dokumentasi visual. Analisis dilakukan dengan mengacu pada tiga pilar utama desain biofilik, yaitu: nature in the space, natural analogues, dan nature of the space. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa sinergi elemen alami, seperti optimalisasi pencahayaan matahari dan kehadiran vegetasi interior, mampu berpadu harmonis dengan estetika industrial sehingga menciptakan kenyamanan visual maupun termal. Penerapan prinsip ini terbukti efektif meningkatkan kesejahteraan psikologis tamu serta mereduksi tekanan akibat dinamika perkotaan di sekitarnya. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan teoretis sekaligus panduan praktis dalam merancang lobi hotel di kawasan padat agar mampu menghadirkan pengalaman ruang yang lebih manusiawi dan berkualitas.
Copyrights © 2026